Tuesday, August 4, 2020

SOP BLADDER TRAINING


SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)
BLADDER TRAINING

Tujuan:
1.      Melatih klien untuk BAK secara mandiri
2.      Mempersiapkan pelepasan kateteryang sudah terpasang lama
3.      Mengembalikan tonus otot dari kandung kemih yang sementara waktu taidak ada karena pemasangan kateter

  Indikasi
Dilakukan pada :
1.   Klien yang dilakukan pemasangan kateter cukup lama.
2.   Klien yang akan di lakukan pelepasan dower kateter.
3.   Klien yang mengalami inkontensia retentio urinea
4.   Klien post operasi.

Persiapan Alat
·         Klem kateter/ klem arteri
·         Penampung urin (pispot)
·         Alat pelindung diri (APD)

Langkah-langkah Kerja
Prosedur 1 jam
1.                  Cuci tangan.

2.                 Klien diberi minum setiap 1 jam sebanyak 200 cc dari jam 07.00 s.d. jam 19.00. Setiap kali habis diberi minum ,catheter di klem.
3.                 Kemudian setiap jam kandung kemih dikosongkan mulai jam 08.00 s.d. jam 20.00 dengan cara klem catheter dibuka.
4.                 Pada malam hari (setelah jam 20.00) catheter dibuka (tidak diklem) dan klien boleh minum tanpa ketentuan seperti pada siang hari.
5.                 Prosedur  tersebut diulang  untuk hari  berikutnya  sampai program tersebut berjalan lancar dan berhasil.
6.                 Bereskan alat-alat
7.                 Cuci tangan
Prosedur 2 jam:
1.     Cuci tangan.
2.     Klien diberi minum setiap 2 jam sebanyak 200 cc dari jam 07.00 s.d. jam 19.00. Setiap kali habis diberi minum, catheter di klem.
3.     Kemudian setiap jam kandung kemih dikosongkan mulai jam 09.00 s.d jam 21.00 dengan cara klem catheter dibuka.

4.     Pada malam hari (setelah jam 20.00) catheter dibuka (tidak diklem) dan klien boleh minum tanpa ketentuan seperti pada siang hari.
5.     Prosedur  tersebut  diulang untuk  hari berikutnya  sampai program tersebut berjalan lancar dan berhasil.
6.     Tingkat   bebas   catheter   prosedur   ini   dilaksanakan   apabila prosedur 1 sudah berjalan lancar:
7.     Cuci tangan.
8.     Klien diberi minum setiap 1 jam sebanyak 200 cc dari jam 07.00 s.d. jam 19.00, lalu kandung kemih dikosongkan.
9.     Kemudian catheter dilepas.
10.                  Atur posisi yang nyaman untuk klien, bantu klien untuk
11.            konsentrasi BAK, kemudian lakukan penekanan pada area kandung kemih dan lakukan pengosongan kandung kemih setiap 2 jam dengan menggunakan urinal.
12.                  Berikan minum terakhir jam 19.00, selanjutnya klien tidak boleh   diberi   minum sampai   jam    07.00    pagi    untuk menghindari klien dari basahnya urine pada malam hari.
13.                  Beritahu   klien   bahwa   pengosongan   kandung   kemih selanjutnya dijadwalkan setiap 2 jam sekali, apabila ada rangsangan    BAK    sebelum    2    jam    klien    diharuskan menahannya
14.                  Buatlah    sebuah   jadwal   bagi    pasien    untuk    mencoba mengosongkan kandung kemih dengan menggunakan urinal.
15.            Alat-alat dibereskan
16.            Akhiri interaksi dengan mengucapkan salam
17.            Cuci tangan
18.            Dokumentasikan hasil tindakan


No comments:

Post a Comment